Terwujudnya layanan informasi publik yang Transparan, Objektif dan Prima untuk meningkatkan peran serta aktif masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan sektor transportasi
Menjamin akses informasi publik sesuai Undang-Undang No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik;
Meningkatkan kualitas layanan informasi publik;
Meningkatkan profesionalisme SDM layanan informasi publik;
Meningkatkan sarana-prasarana dalam rangka efisiensi dan efektivitas layanan informasi publik;
Meningkatkan pengelolaan informasi dan dokumentasi secara baik, efisien, mudah diakses dan bersifat desentralisasi.
Bandara Sultan Babullah Ternate mulai dibangun oleh pemerintah pada tahun 1970
Lahan yang dipergunakan dalam pembangunan Bandara ini merupakan perkebunan cengkeh. Tahap awal pembangunan fasilitas landasaan pacu dengan dimensi (P x L) 1.100 x 30 M dan bahu landasan 2 x (110 x 60 M);
Diresmikan oleh Menteri Perhubungan Frans Seda pada tahun 1971 dengan nama “Pelabuhan Udara Sultan Babullah Ternate”. Kemudian, pada tahun 1977 terdapat perubahan nama menjadi “Bandara Sultan Babullah Ternate” dan sampai saat ini masih menggunakan nama tersebut.
Pemilihan nama Bandar udara Sultan Babullah, merupakan salah satu bentuk penghargaan terhadap Sultan Babullah sebagai pahlawan yang gigih melawan penjajah. Sultan Babullah (tulisan Eropa : Sultan Baab) adalah sultan dan penguasa Kesultanan Ternate ke-24 yang berkuasa antara tahun 1570-1583, dikenal sebagai Sultan Ternate dan Maluku terbesar sepanjang sejarah, yang berhasil mengalahkan Portugis dan mengantarkan Ternate ke puncak keemasan di akhir abad ke-16. Dijuluki sebagai penguasa 72 pulau berpenghuni yang meliputi pulau-pulau di nusantara bagian timur, Mindanao Selatan dan Kepulauan Marshall.
0k+
Pesawat (2024)
0K+
Penumpang
Informasi Bandar Udara
Informasi Umum Bandar Udara Sultan Babullah Ternate